Minggu, 18 September 2011

kali ini aku senang, yah aku mengakui kalau ternyata aku merindukan dia. merindukan suaranya dan semua yang ada dalam dirinya, cara bicaranya yang ceplas - ceplos aku merindukan itu.
akhirnya dengan sangat berani semalam aku mengirim kan pesan padanya. jujur saja perasaan berkecamuk itu beradu di otakku. dengan sangat hati - hati aku membuka balesan dari dia, aku tertawa. kuberanikan diri mentelfonnya.
candaan dan gelak tawa yang sudah lama tidak kudengar, semalam bisa kudengar kembali. kekakuan yang ada saat bertemu seakan aku tidak merasakannya lagi.
seandainya kita ngga pernah membuat sebuah status itu, tidak ada menyakiti dan tersakiti, mungkin tidak akan ada yang namanya kaku itu. aku tidak menyesal menjalin hubungan dan membuat status denganmu, aku hanya menyesalkan keadaan sekarang yang terasa seperti bertemu orang lain yang berada dalam dua dunia berbeda.
masih haruskah kita mengalami hal itu? masih haruskah aku dan kamu merasa seperti baru pertama bertemu? sudahlah, hilangkanlah kekakuan itu. aku senang menjadi temanmu. teman berbagimu.