sayap patah itu telah sembuh. bahkan, burung betina kecil itu sudah bebas terbang ke manapun ia mau. ia juga telah menemukan sarang barunya untuk hidup.
terkadang, burung betina ini merindukan sarang lamanya. bahkan, kenangan - kenangan itu sering hadir menghampirinya di kala gelap. bukan tidak bisa melupakan, hanya saja ia belum sanggup untuk menghapus kenangan yang sudah terukir dalam hidupnya.
ia tahu dan sadar, ketika memutuskan untuk membangun sarang barunya, ia sudah seharusnya lepas dari masa kelam. namun, bukan keinginannya untuk berkutat dengan kelamnya itu.
air mata masih membasahi pipinya di kala ia sadar. rasa nyaman itu hilang ketika si kelam datang. bagaimana adil untuk sarang barunya? sungguh tidak adil.
bagaimana mungkin ia berkata sudah, ketika kenyataannya belum.
burung betina kecil yang malang, sudah memiliki sarang baru namun kelam masih menghampiri.
burung betina kecil yang malang, sudah dapat terbang tapi kadang menghentikannya sendiri.
burung kecil ini tidak bisa melepaskan sarang lamanya sendiri, tentu saja harus ada bantuan dari si sarang baru yang mengisi hidupnya saat ini, yang menjadi pelabuhan hidupnya sekarang.