Rabu, 08 Juni 2011

obat lukaku

tadi aku berpikir kalau aku sendirian dengan luka hatiku. ternyata aku salah. aku bersama mereka dengan rangkaian tawa di bibirku.
aku mungkin menangis setelah berpisah dengan mereka namun tawa bahagiaku tidak terputus. aku tertawa dan berbincang berbagai hal dengan mereka yang kusebut teman. ya..teman pengobat lukaku.
aku melihat mereka begitu bahagia dengan cerita - ceritanya. kenapa aku harus sedih saat aku bersama mereka? bukankah justru aku harus ikut bahagia?
walau sesaat aku merasa ingin menangis dan memeluk mereka untuk mendengar luka hatiku namun aku berhasil menahannya. untuk apa aku mengacaukan suasana bahagia ini?
cukup..cukup aku saja yang menyimpannya.
dengan mereka dan sebungkus biang asap aku merasa cukup. kesedihanku terobati dengan ketenangan walaupun sakit itu masih sangat terasa.ya..aku tidak mungkin berbohong dengan berkata sakit itu hilang, sakit itu masih sangat terasa di diriku. entah kenapa dan entah sejak kapan, rasa untuknya tertanam di hatiku.tapi, hanya dapat luka pada ujungnya.
sejuta orang berkata saya bodoh, saya tetap menyukainya.
sejuta orang berkata dia jahat, saya tetap tidak bisa berkata dia jahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar