Rabu, 17 November 2010

Dua Dunia Berbeda

Di dalam kopaja 66 jurusan blok m yang menyesatkan itu, aku memandangi keadaan di luar. Pada saat berhenti untuk lampu merah , aku melihat mereka yang asyik bersenda gurau di trotoar. Tiga ibu - ibu, satu bapak, dua bocah yang dengan seru nya berbincang dan tertawa terus aku perhatikan. Mereka tampak tidak memiliki beban.
Bocah berumur sekitar 4tahun itu berlari dan tertawa ditemani oleh kakak perempuannya. Tanpa sadar aku tersenyum melihat tingkah bocah itu. Lucu sekali mereka. Mereka tampak bahagia walau harus mengamen di lampu merah.
Ibu - ibu itu sibuk berbincang dengan bapak - bapaknya. Menertawakan kelakuan kedua bocah yang sedang bersenda gurau. "Kalian sungguh hebat",pikirku. Bagaimana bisa kalian tampak bahagia dengan hidup kalian yang sangat pas-pasan. Sungguh wajah kalian tampak tidak memiliki beban sama sekali.
Di dalam kopaja ini begitu banyak orang yang mungkin baru pulang dari kantor tapi kenapa wajah mereka tampak tidak bahagia. Berbeda sekali dengan apa yang aku lihat tadi. Padahal mereka sama - sama lelah tapi kenapa yang di luar sana tampak bahagia sedangkan yang di dalam sini tidak. Bukankah mereka yang di dalam sini jauh lebih beruntung dari mereka yang di luar sana, pertanyaan yang terus ada di otakku.
Lampu hijau pun menyala dan meninggalkan tempat itu. Tempat di mana orang - orang bahagia itu berada.
Sampai jumpa lagi adik kecil, sungguh kau sangat lucu. Sampai jumpa juga kalian yang berada di sana, kalian hebat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar