Selasa, 18 Januari 2011

Sayap - Sayap Patah

burung itu terbang tinggi sekali. dia terbang dengan perasaan bahagia walaupun tidak ditemani oleh burung - burung yang lain. menembus gumpalan - gumpalan awan sambil bersiul merdu. beberapa hari ini dia selalu begitu, dia bahagia dengan sayap - sayap indahnya yang mengiringi kebahagiaan di hatinya.
senyum itu tampak jelas sekali. siulan senang itu terdengar merdu. kepakkan indah sayapnya menghiasi langit. terbang dengan tinggi menggapai langit. beberapa burung lain yang memperhatikannya tampak heran, ada apa gerangan ? mengapa ia tampak sangat bahagia ? tapi burung itu tidak peduli akan pertanyaan mereka.
"aku sedang bahagia, jangan usik perasaanku saat ini",ucap si burung dalam hati. dia tidak mempedulikan perkataan burung lain yang menyuruhnya supaya tidak terbang terlalu tinggi. dia tetap melakukan apa yang dia sukai saat itu.
sampai akhirnya saat dia sedang terbang tinggi sekali, sayap - sayapnya perlahan mengalami keretakan. dia bingung kenapa sayap ini bisa retak. dia sadar saat itu pasti dia akan terjatuh tapi dia berusaha sekuat tenaga untuk menguatkan dirinya. saat ia mencoba kuat, sayap - sayap itu patah dengan sempurna. layaknya sedang terjun bebas, badannya menghantam tanah. sakit, itulah rasanya. dia berusaha untuk tidak menangis. saat burung - burung lain menghampirinya, dia hanya tersenyum dan berkata "aku baik - baik saja jangan cemas."
dia masih terdiam di tanah tempatnya jatuh. sendirian. hampa. dia pun menangis sekencang - kencangnya. menangis dalam gelapnya malam. dia sadar esok pagi dia sudah tidak akan ada di sana lagi. ya, dia akan mati dan hanya raganya yang tersisa esok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar