Kamis, 11 November 2010

Dia yang Bersemangat

"Bu Pak minta sedekahnya.saya belom makan Bu Pak.tolongin saya Bu Pak..",ucap seorang tukang sapu kereta.
Dengan suara lirih dan menggema dia mengucapkan kalimat yang diulang - ulang itu. Tentu saja menjadi perhatian semua penumpang satu gerbong itu termasuk aku. Dan dia merupakan tukang sapu yang kesekian yang kutemui dalam gerbong kereta ekonomi tujuan Manggarai ini.
Dengan bermodalkan kertas kardus, dia menyapu sampah - sampah dalam gerbong kereta. Ada beberapa yang tersentuh dengan kalimat yang dia ucapkan sehingga memberikannya uang 1000 - 2000 rupiah. Aku merasa kasihan padanya tapi entah kenapa aku tidak memberikannya uang. Jahat atau pelit mungkin. Aku cuman berpikir kalau dia terus - terusan seperti itu pasti dia akan terus bergantung untuk meminta - minta. Dan lagi uangnya belum tentu dia pakai untuk makan, bisa saja uangnya hanya untuk membeli rokok atau minuman. Pemikiran yang panjang dan ribet tampaknya haha.
Dengan tampang kesal dia pergi meninggalkan gerbongku. Tentu saja kesal karena dia hanya mendapat jumlah yang sedikit dari gerbongku. Dan sekali lagi, sikapnya itu menjadi perhatian penumpang kereta termasuk aku. Walau harus kuakui semangat dia mencari uang sangat hebat, karena dia bekerja dari pagi sampai sore dengan terus menyapu tiap gerbong kereta dengan kertas kardus itu tak urung hanya menggunakan telapak tangan. Semangat yang belum tentu kita punya dalam menjalani hidup ini.

2 komentar:

  1. Ide ceritanya bagus,tapi perhatikan penggunaan kata.seperti cuman,di KBBI gak ada mba kata cuman,hehehe.

    BalasHapus
  2. ahahaa iya pa singgih namanya juga masih pemula.
    trimakasih sarannya

    BalasHapus